Minggu, 22 November 2009

perbedaan switch dan hub

Hub

Switch

10 Mbps

10/100 Mbps

Selalu broadcast

Hanya sekali broadcast

Tidak mempunyai CAM Table

Mempunyai CAM Table

Half duplex

Full duplex

Tidak aman

Aman

Satu jalur dipakai bersamaan

Banyak jalur yang bisa dipakai

Ada di layer 1 (7 OSI Layer)

Ada di layer 2

Tidak membaca MAC Address

Membaca MAC Address

Tidak membuat virtual sirkuit

Membuat virtual sirkuit

Sering terjadi collision

Tidak terjadi collision

1 atau lebih hub, 1 collision domain

1 port, 1 collision domain

Kecepatannya di share

Kecepatannya tidak dishare

Susah dicari barangnya

Gampang dicari

Ditoko uda jarang mungkin uda gak ada yang jual

Masih banyak yang jual

[1]........


PERBEDAAN HUB DAN SWITCH DITINJAU SECARA KONSEPTUAL

Jaringan komputer berkembang dengan sangat cepat. Salah satu pemicunya adalah kebutuhan untuk berbagi pakai alat (device) maupun data baik pada lokasi yang sama ataupun lokasi yang berbeda. Jaringan komputer yang berada pada lokasi yang sama dengan jarak yang tidak jauh disebut dengan jaringan komputer local (LAN). Topologi yang biasa digunakan pada jaringan lokal ini adalah topologi star seperti pada gambar 1. Ini berarti dibutuhkan satu alat tambahan yang disebut dengan hub atau switch (Lammle, 2004).

1

Gambar 1. Topologi star.

Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps. Penulis mencoba mengukur kecepatan transfer data antara hub dan switch dengan melakukan suatu percobaan kecil. Percobaan ini menggunakan satu notebook dengan sistem operasi Windows XP, satu server ftp dengan sistem operasi FreeBSD, hub 10/100, dan switch 10/100. Hub dan switch ini mempunyai kecepatan transfer data yang sama, yaitu 10/100 Mbps yang akan dipasang bergantian pada topologi yang digunakan, yaitu topologi star. Gambaran topologi percobaan ini adalah sebagai berikut:


21

Gambar 2.a. Percobaan dengan switch.

3

.

Gambar 2.b. Percobaan dengan switch.

Percobaan ini meng-upload suatu file movie sebesar 66.540 KB (66 MB) dari notebook ke server ftp menggunakan software cuteFTP. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Hub

Switch

Lama inisialisasi cuteFTP dari notebook ke server ftp

15 detik

10 detik

Lama transfer dari

notebook ke server ftp

8 detik

6 detik

Kecepatan rata-rata

transfer

827 byte/s

11.356.226 byte/s

Tabel hasil percobaan di atas memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan hub dengan switch dalam hal kecepatan transfer data maupun kecepatan inisialisasi. Orang awam akan membedakan hub dengan switch hanya dari kecepatan transfer data saja tanpa mengetahui penyebabnya. Secara teknis perbedaan ini tidak bermasalah karena secara fisik bentuk hub dan switch sangat mirip bahkan seringkali sulit dibedakan. Orang awam hanya tinggal mengganti hub dengan switch saja untuk meningkatkan kinerja jaringannya. Tetapi secara konseptual ada banyak hal yang harus dimengerti mengapa kedua perangkat tersebut berbeda kecepatan transfer datanya. Tulisan ini akan mengkaji perbedaan hub dan switch secara konseptual.

Repeater dan Hub.

Repeater merupakan perangkat jaringan yang akan mengulang-ulang (repeat) sinyal yang berupa paket data dari satu port ke port yang lain yang saling terhubung (Berg,1998). Repeater tidak menyaring atau menerjemahkan sesuatu, hanya mengulang (me-generate kembali) sinyal ke semua arah. Repeater beroperasi di layer Physical (layer 1) karena tidak membutuhkan informasi dari layer di atasnya untuk me-generate kembali suatu sinyal. Fungsi utama Repeater hanya sebagai penguat sinyal saja, yaitu untuk mengatasi batasan jarak dari media transmisi yang digunakan.

Hub sebenarnya merupakan repeater dengan banyak port sehingga apa yang dialami oleh repeater juga dialami oleh hub (Mansfield, 2003).

Hub/Repeater mempunyai kelemahan yaitu akan terus mengulang-ulang sinyal yang berupa paket data ke semua arah (jalur yang ada) walaupun sebenarnya paket data tersebut sudah diterima oleh komputer tujuan, seperti pada gambar 3 (Mansfield, 2003). Hal ini akan menyebabkan frekwensi collision lebih sering terjadi.


4

Gambar . Pengiriman data melalui hub

Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan.

Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision. Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port. Mansfield (2003) menggambarkannya sebagai berikut:


5

Gambar . Gambaran jalur transfer data di hub.

Bridge dan Switch.

Bridge mengirimkan paket data berdasarkan MAC address pada NIC (Network Interface Card) masing-masing komputer sehingga bridge mengetahui komputer mana yang menjadi tujuan. Bridge bekerja pada layer DataLink (layer 2) di model OSI (Lammle, 2004). Switch sebenarnya merupakan bridge yang mempunyai lebih banyak port sehingga apa yang dialami oleh bridge juga dialami oleh switch (Mansfield, 2003).

Switch/Bridge akan mengirimkan paket data ke alamat tujuan secara pasti karena memiliki informasi alamat tujuannya, yaitu MAC address sehingga jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama (Mansfield, 2003). Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.

Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Mansfield (2003) menggambarkannya sebagai berikut:

6


Gambar . Gambaran jalur transfer data di switch.

Dengan kata lain pengiriman data dari port A ke port B hanya akan terlihat oleh kedua port tersebut, hal ini digambarkan sebagai berikut (Mansfield, 2003) :

7

Gambar . Pengiriman data melalui switch. [2]

referensi :

http://www.ilmuti.com/index.php?option=com_content&view=article&id=137:perbedaan-hub-dan-switch&catid=75:cat-jaringan-istilah&Itemid=37 [1]

http://duniaide.com/?p=60 [2]



1 komentar:

  1. saya lgi belajar ngehack di jaringan LAN.... bagaimana caranya. tolg rinci....
    apa aplikai cain&abel itu dapat di percaya?
    tlg jwbn ke email saya dafi.ircpuls@yahoo.com

    BalasHapus