Selasa, 17 Mei 2011

SEHARUM KASTURI

Bacalah dan Hayati Setiap Baris Kata Cerita Dibawah.....
Memang nampak agak panjang ceritanya, namun klimaks cerita ini hanya
akan diperolehi jika anda habiskan bacaan....

masih sangat pagi ketika abi membangunkanku, rasanya mata masih sagat berat dan rasa kantuk begitu hebat kurasakan, masih dalam antara setengah sadar kutarik kembali selimut seperti semula, lalu tidur kembali. Abi hanya menggelengkan kepala melihatku kembali tidur.
kembali ia bangunkanku, lalu menyuruhku bergegas untuk mandi. Selesai mandi lalu kupakai baju baru yang kemarin dibeli oleh ummi, kata ummi hari ini Hari Raya Aidilfitri, semua orang pakai baju baru. Tapi aku melihat ummi masih memakai baju lama yang terlihat sudah sangat lusuh, abi pun memakai baju yang sama dengan ummi, sudah terlihat lusuh. Ummi hanya tersenyum bila aku bertanya tentang itu, ummi bilang cukuplah aku saja yang pakai baju baru, tanpa memberikan alasan mengapa mereka tidak memakai baju baru sama seperti aku.
Abi mengandeng tanganku dan berjalan menuju masjid. Kami berjalan melewati lorong-lorong kecil. Sepanjang jalan ku dengar takbir, Allahu Akbar Allahu Akbar, La ilaha illallah huallahu akbar, Allahu Akbar wallilla hilham.. khusyuk aku mendengarkan, Merdu sekali. Ku angkat tangan ke telinga, bergaya seperti bilal masjid sambil meneriakkan takbir. Abi ketawa kecil melihat tingkah lakuku.
Di persimpangan jalan, kami bertemu Paman Nassier jiran. abi berbincang-bincang dengan paman Nassier, ku dengar mereka berbicara tentang syahid, Yassier Arafat dan lain-lain lagi. kudengar lagi mereka membicarakan negeri ini, palestina. Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Tak berapa lama kemudian kami tiba di halaman masjid. Masjid itu besar terlihat sangat indah. Masjid kebanggaan tanah airku, Masjidil Aqsa. Ayah pernah memberitahu, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama sebelum Kaabah di Mekah. Masjidil Aqsa juga salah satu tempat suci dalam Islam. Nabi Muhammad pun mengalami peristiwa Isra’ dan Mi’raj di masjid ini.
ku buka sandal dan masuk ke dalam masjid tampak orang-orang duduk rapi berjajar dalam shaf. Abi mengajakku duduk di sebelah pojok kanan masjid, kemudian abi sholat tahiyatul masjid. tanpa dikomando aku mengikutinya, sejenak kuperhatikan ia, mulutnya komat-kamit membaca sesuatu, aku pun mengikutinya walaupun tak tahu apa yang dibaca. ketika abi rukuk, akupun rukuk, abi sujud, akupun sujud.
Selesai sholat kami bersalam-salaman dengan jemaah yang lain, abi ada di belakangku. Suasana ketika itu tenang dan damai, aku suka ketenangan. Ku tarik nafas, menghirup dalam-dalam udara pagi, terasa sangat menyegarkan. Tiba-tiba ketenangan itu menghilang. Aku melihat orang-orang berlarian, terlihat sekumpulan tentara yang memegang senjata, sepertinya mereka sangat marah terlihat dari garang mukanya, kemudian mereka menuju ke arah masjid. kudengar suara yang sangat keras. Bunyi tembakan dan dentuman. Abi menggendong dan memlukku erat sambil meneriakkan takbir Allahu Akbar!. Aku sangat takut, kupejamkan mata.
ketika abi berlari sambil memegangku, tiba-tiba terhenti. Pelukan tangannya longgar dan akhirnya terlepas dariku, tubuhku terhempas dan menghenyakkanku, kulihat kebelakang, mataku terbelalak, disana tubuh ayah terkapar, kepalanya berdarah. Aku berteriak dan memanggilnya, sekuat tenaga aku kembali berlari mendekat abi, ia memandanggku lalu mencium pipiku dan kemudian menyuruhku untuk bergegas berlari. Aku menggelengkan kepala memberikan isyarat bahwa aku tak akan meninggalkannya, ku pegang tangannya lalu aku duduk di sisinya. kembali ia senyum padaku, Mulutnya lemah melantunkan kalimah syahadah. ku goyang tubuhnya, namun tak juga ia bergerak. tubuhnya menjadi kaku dan dingin. "abbiiiiii!!!!!!!" tanpa sadar air mataku menetas tanpa bisa kutahan. kutinggalkan tubuh abi yang terbujur kaku dan berlumuran darah, kemudian lari sekencang-kencangnya.
setelah berlari ratusa meter, aku tiba dirumah, aku terus menangis. Ummi heran melihatku menangis terdedu-sedu. ku sebut nama abi berkali-kali.
Mayat abi di antar ke rumah tidak lama setelah kejadian di dekat masjid tadi. Aku masih menangis. ku lihat ummi mencium dahinya. Ummi memelukku erat. Beberapa tetanggaku mencoba menenangkan ummi. Abang yang duduk di pojokan dinding juga menangis.
Abang sudah besar, umurnya enam belas tahun. Abang mendekati abi yang terbujur kaku, kemudian ia memeluk dan mencium keningnya dengan berurai air mata.
Setelah sholat dzuhur orang-orang mengangkat tubuh abi keluar rumah. Abang ikut mengiringinya, aku tidak ikut. Aku duduk di rumah dengan ummi. Aku tanya ummi, kemana perginya abi. Ummi hanya diam. Aku bertanya lagi sambil menongkat dagu menunggu jawaban dari mulut ummi. Ummi melihat kearahku, kemudian ummi berkata, abi pergi ke satu tempat yang sangat indah. syurga, katanya..
Abi pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Aku cuma mengangguk "aku ingin pergi dan ikut dengan abi"
Ummi menggelengkan kepalanya dan memelukku. Ku usap air mata di pipi ummi yang menetes basahi kerudungnya. Aku tersenyum kearahnya, ummipun tersenyum.
Petang itu, ramai sekali kawan abang datang kerumah, abang mengajak mereka ke halaman belakang. ku lihat abang sedang membuat sesuatu. Sesuatu yang menyerupai senapan. Aku hanya duduk diam dan melihatnya, kulihat teman-teman abangpun juga sedang serius mengerjakan sesuatu. Aku menguap berkali-kali, bosan duduk diam tanpa melakukan apa-apa. Mataku mencari sesuatu, mungkin ada yang bisa kujadikan mainan. ku lihat benda bulat menyeruapai bola, aku mengambilnya dan memainkan bola itu. Sedang asyik bermain abang mengambil bola itu dari tanganku, aku kesal dibuatnya. Mukaku merah padam menahan marah, aku marah kepada abang. Abang tersenyum melihat tingkah lakuku. Dengan lembut abang mencubit pipiku. Abang memberitahuku, bahwa benda itu bom, bukan bola seperti yang kuduga. Aku hanya diam, kemudian berlari mencari ummi. Aku mengadu kepada ummi, ummi hanya tersenyum melihatku merajuk.
pagi ini aku bangun lebih awal, tidak seperti hari-hari yang lain, tidak ada abi yang membangunkanku seperti hari kemarin. Apabila teringat abi, mataku berkaca-kaca, aku rindu kepadanya. Aku tidak mau menangis, aku seorang lelaki. seorang lelaki tidak boleh menanggis, lelaki harus kuat dan tabah. aku melihat abang sedang bersiap-siap. Abang membawa tas besar, semua benda yang dibuat semalam dibawa. Benda bulat seperti bola pun abang bawa. Kawan-kawan abang semuanya sedang menungu di depan rumah. Abang mencium tangan ummi, meminta izin untuk pergi, ummi memeluk abang dan menciumnya berkali-kali. Aku hanya memandangnya tidak mengerti, kugaruk kepala yang tidak gatal. Abang menemuiku, kemudian ia menggendongku dan mengusap kepalaku.
"Adik jaga ummi ya"pesan abang.
"Abang mau pergi kemana?" tanyaku seperti orang bodoh.
"Abang mau pergi berjuang". Abang mengukir senyuman mengakhiri pembicaraan.
Bayangan abang hilang ditelan kabut pagi. Hanya lambaian tanganku mengiringi kepergian abang. Lepas abang pergi ummi cerita macam-macam kepadaku. Mengenai Israel, mengenai surga, mengenai jihad dan banyak lagi. Semuanya yang diceritakan ummi tak bisa kumengerti "Isra..Israfil" terbata-bata aku menyebut nama itu.
"Bukan Israfil. Israfilkan nama malaikat. Malaikat yang tiup sangkakala, Israel" Ummi membetulkan
Aku kembali coba subutkan kata itu "Is.ra.el" akhirnya aku berhasil mengejanya. Ummi ketawa kecil, akupun ikut ketawa menampakkan sebaris gigiku yang ompong.
Ummi berkata Israel itu jahat. Israel itu musuh umat Islam. Israel juga musuh Allah. Israel yang mencetuskan peperangan di bumi Palestina. Israel yang mebunuh abi. Aku benci Israel! Aku benci siapapun yang menjadi musuh Allah. Aku berlari keluar rumah, kemudian aku pergi ke jalan besar. Tampak ramai orang-orang yang seumuran denganku sedang berkumpul. Mereka semua melemparkan batu kearah sekumpulan tentara yang bersenjata di seberang jalan. Aku ingat lagi, tentara itulah yang membunuh abi. Merekalah Israel. Aku marah, aku geram, kemudian kuambil batu dan melemparkan sekuat tenaga kearah para tentara itu. Kupejamkan mata, terbayang di benakku mengenai peristiwa yang menimpa abi. Aku beserta kawan-kawan melemparkan batu, sesekali kami berlari menjauh ketika para tentara itu membalas lemparan kami. Ada juga kawan-kawan yang tertembak, tumbang satu persatu. Aku melihat baju mereka merah berlumuran darah.
Aku berlari dan berlindung di bangunan tua untuk menyelamatkan diri. Aku lari bersama seorang kawanku. Namanya Jamal. Dia juga sama denganku. Abinya juga pergi ke suatu tempat yang sangat indah dan tidak akan kembali lagi.
Keadaan sudah mereda, aku pulang ke rumah. Aku berjanji dengan Jamal untuk kembali melemparkan batu kepada para tentara jahanam itu keesokan harinya.
Sesampai di rumah aku merasa sangat lapar. Aku mecari roti di dapur dan membuka lemari, namun aku tak menemukan apa-apa, perutku bunyi dan sudah minta diidi dengan sesuatu. Aku sudah makan roti tadi sore, tapi aku masih berasa lapar. Aku melihat ummi memegang roti. Hanya itu saja yang ada dirumah kami. Ummi tidak makan apa-apa lagi sejak pagi tadi, aku mendekati ummi. Ummi mengunyahkan roti keras itu, kemudian menyuapkannya kepadaku agar lembut ketika kukunyah.
"Ummi, Kenapa kita hidup susah?" aku tanya kepada ummi dengan mulut yang masih penuh menguhyah roti. Ummi memangkuku, lalu mengelus lembut rambutku dengan penuh kasih sayang. "Kita harus sabar sebab sabar itu indah" ujar ummi perlahan.
"indah seperti syurga ummi?" aku tanya lagi.
Ummi senyum. "Nabi Muhammad pun hidup susah juga. Baginda dilempar batu ketika menyebarkan dakwah di Thaif. Malahan kaum Quraisy banyak yang ingin membunuhnya. Nabi sabar, nabi tidak cepat putus asa" sambung ummi lagi.
Aku mendengarkan dengan khusyuk. Aku ingin menjadi seperti Nabi Muhammad. Namaku pun Muhammad. Abi yang memberikan nama itu. Abi ingin aku tabah dan berani seperti Nabi Muhammad. Malam itu aku duduk bersila didepan ummi sambil memegang Al-Quran. ku ikat sorban sendiri, kulilitkan sorban sesuka hatiku. Kadang-kadang sorban itu metutupi mataku. Aku buka sedikit ke atas ketika hendak membaca Al-Quran. "Bismillahirrahmanir rahim.." Aku membaca Al-Quran dengan bersungguh-sungguh.
Ummi duduk depanku sambil memerhatikan bacaanku. Aku hingin seperti abang yang khatam Al-Quran saat berumur enam tahun, aku baru berusia tiga tahun sekarang. Aku harus baca Quran dengan rajin kalau ingin khatam Al-Quran cepat seperti abang. Aku ingat pesan ummi, Ummi berkata Al-Quranlah satu-satunya harta yang paling berharga. Aku ingin baca Al-Quran setiap hari.
Bacaanku terhenti ketika pintu diketuk dan nama ummi panggil-panggil dari luar.
"Syukur ya Huda, anakmu Yassin mati syahid" muncul bibi Fatima di depan rumah.
"Anakmu,anakmu adalah salah seorang pengebom berani mati ya Huda. Tindakannya menyebabkan tujuh orang tentara Israel laknatullah terbunuh. Yassin dan tiga orang lagi pejuang Hizbullah mati syahid. Semoga syurga menanti mereka kelak" terang bibi Fatima panjang lebar.
Ummi memanjatkan doa pada Allah semoga roh abang ditempatkan dalam golongan orang-orang yang beriman. Aku kaget. Nama Israfil,bukan. .Israel disebut lagi. Aku benci mendengar nama itu. Kemarahanku meluap-luap. Ummi beritahuku abang telah pergi ikut abi, kata ummi bangga mempunyai anak seperti abang. Aku tidur tidur lebih awal.
Aku memimpikan satu tempat yang sangat indah. Aku abi dan abang di sana, mereka tersenyum padaku, aku mencoba untuk mengejar mereka, tapi semakin kukejar semakin mereka menghilang.
Keesokkan harinya, aku tunggu Jamal di tepi jalan seperti yang dijanjikan.Lima menit berlalu Jamal tidak muncul-muncul juga. Hampir setengah jam aku menunggu, tapi Jamal tetap tidak muncul. Aku tidak suka orang yang mengingkari janji. Aku ingat lagi, salah satu ciri orang munafik ialah apabila berjanji tidak menepatinya. Aku tidak mau jadi orang munafik. Aku tanya kawan-kawanku yang lain, rupa-rupanya Jamal juga seperti ayah dan abang. Jamal pergi ke satu tempat yang indah. Tempat yang aku tidak tahu di mana letaknya. Semua orang yang ku sayangi pergi ke tempat itu. Mula-mula ayah, kemudian abang dan akhirnya Jamal.
Aku pulang ke rumah lebih awal, aku terkejut melihat rumahku dikepung tentara Israel. Mereka memang sedang mencari keluargaku akibat dari tindakan berani mati abang mengebom kubu Israel. Tubuhku yang kecil memudahkanku untuk menyusup masuk ke dalam rumah. Aku melihat ummi terpelosok di satu sudut, aku lihat dengan mataku sendiri, tentara itu menendang ummi. Mereka menendang dan menerjang ummi, tapi ummi masih bersabar. Ummi tidak putus-putus menyebut satu kalimat keramat..Ahad. .Ahad.
Mataku merah aku menahan marah, aku tidak suka orang-orang memukul ummi. Aku sayang ummi, aku benci Israel. Seorang tentera Israel mengacukan pistol ke arah ummi, ummi dengan tenang menghadapinya, tiada pun segaris garisan gusar terpancar diwajah ummi. Ketika peluru dilepaskan, tiba-tiba... ..
"Muhammad!!!! !!!" Ummi menjerit sambil memegang tubuhku. Badanku berlumuran darah, pekat dan merah.ku raba perutku, terasa sakit. Sakit yang menusuk-nusuk hingga kurasakan menjalar keseluruh tubuh,
Seketika aku mengorbankan tubuhku untuk melindungi ummi. Akhirnya peluru itu merobek perutku, Ummi memeluk tubuhku seraya menangis, ku coba untuk senyum pada ummi walaupun perih. "Ummi, aku mengantuk, aku mau tidur. Aku mau jadi mujahid, aku mau ikut abi dan abang" bergetar suaraku terdengar di telinga ummi. Ummi mengangguk, berusaha untuk menahan air mata yang jatuh dari kedua kelopak beningnya.
Aku pejamkan mata. Aku melihat ayah, abang dan Jamal melambai-lambai ke arahku..
(ya rabb, berilah kekuatan jasmani dan rohani serta rahmatmu selalu tercurah untuk mereka semua. Aminn ya rabb. Sebuah cerita yang menginspirasiku untuk tetap berusaha beriman dan bertakwa kepada-Mu)

A Butterfly Lesson

suatu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tersebut berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.”
Kemudian, tampaknya usaha tersebut sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang berarti. Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, di mana tidak bisa berkelanjutan.
Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya
Tapi apa yang terjadi? Kupu-kupu itu memiliki tubuh yang tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang. Pria itu tetap memperhatikan dan berharap, tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu-kupu itu sendiri
Semua yang diharapkan pria itu tidak terjadi!
Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yang lemah dan sayap yang terlipat. Kupu kupu tersebut tidak pernah bisa terbang
Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu-kupu dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut,sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN.
Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini
Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.
Kita meminta Kekuatan...dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.
Kita meminta kebijaksanaan...dan TUHAN memberikan kita masalah-masalah yang harus kita pecahkan.
Kita meminta kemakmuran...dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.
Kita meminta Keberanian...dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi. Kita meminta Cinta...dan TUHAN memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu.
Kita meminta pertolongan...dan TUHAN memberi kita kesempatan
“Kita tidak menerima apa yang kita inginkan...., Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. "
Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu.

SEBUAH PIRING KAYU

Disebuah keluarga, ada seorang kakek tua yang hidup bersama anak, menantu dan seorang cucu laki-laki. Penglihatan si kakek sudah kabur. Ia sudah tidak dapat mendengar dengan baik. Lututnya sudah mulai bergetar.
Jika ia duduk dekat meja makan, ia tidak dapat lagi memegang sendok. Kadang-kadang ia lupa pula sup di atas taplak meja. Dari dalam mulutnya selalu saja sup itu mengalir lagi keluar,
Anak laki-laki dan menantu perempuannya merasa jijik dengan hal itu. Oleh sebab itu kakek tua itu akhirnya duduk sendirian di sudut, di belakang sebuah tungku api. Mereka memberi makan hanya dengan mangkok yang kecil. Ia sering tidak mendapat makan dan minum yang cukup dan tentu saja ia tetap
lapar dan haus. Ia melihat apa saja yang ada di meja makan dengan sedih, selanjutnya keluarlah air matanya.
Suatu ketika jemarinya yang sudah tua tidak dapat lagi memegang mangkuk. Mangkuk itu jatuh dan pecah. Menantu perempuannya mengumpat dan mencaci-maki. Tapi, kakek tua itu tidak berkata sedikit pun. Ia membiarkan
semuanya terjadi. Lalu Menantunnya itu membelikannya sebuah piring yang terbuat dari kayu dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kini dengan piring kayu itu kakek tua itu harus makan. Piring kayu ini dapat membuat si kakek tua lebih tenang karena tidak dapat pecah.
Suatu hari cucunya yang masih berumur empat tahun mengumpulkan batang-batang kayu di tanah.
"Apa yang sedang kamu buat, Nak ?" tanya ayahnya.
"Saya sedang membuat sebuah piring kayu ," jawab anaknya polos, "dengan piring ini ayah dan ibu akan makan, jika nanti saya sudah besar."
Sejurus kemudian ayah dan ibunya saling bertatapan dan mereka mulai menangis. Sejak kejadian itu mereka selalu memapah sang kakek tua ke meja makan, untuk makan bersama. Jika ia lapar atau haus, mereka segera membawakan makanan dan minuman untuknya. Mereka tidak berkata apa-apa, ketika sedikit saja makanan atau minuman tumpah ke lantai.
Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bagi kita, bahwa seberapa menjengkelkan, menyebalkan bahkan lebih buruk dari itu perasaan kita thd orang tua kita.....ketahuilah bahwa mereka-lah orang yang telah melahirkan kita.

ANTARA CACING, BURUNG & MANUSIA

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.
Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas
kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis
akan makanan yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.
Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan epalanya ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

Jahe-merah



Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var Rubra.) atau Zingiberaceae Officinale Roscoe atau Zingiberaceae Officinale Rose adalah tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.
Kebanyakan literatur yang ditulis tentang jahe merah tercampur dengan jahe putih (jahe gajah) dan jahe kuning (jahe yang biasa dipakai untuk masakan)
Hal tersebut tidak terlalu mengherankan mengingat ketiga macam jenis jahe tersebut mempunyai nama latin yang hampir sama yaitu sama-sama diawali dengan Zingiberaceae Officinale. Selain itu, ketiga jenis jahe tersebut memiliki kandungan yang hampir sama tapi dengan konsentrasi yang berbeda.
Jahe merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah.
Khasiat
Dalam pengobatan tradisional China
Jahe merah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional China. Dikatakan bahwa ia adalah pengobatan Yang dan sangat mendukung limpa kecil, perut/lambung dan ginjal (terutama untuk pria dan juga diklasifikasikan sebagai aphrodisiac/zat perangsang dan pengobatan yang baik untuk impotensi)
Dalam pengobatan Arab
Jahe merah dikatakan sebagai panas dalam derajat kedua dan lembab dalam derajat kesatu. Ia menghangatkan dan mempunyai efek melembutkan perut, juga berguna bagi tubuh terhadap masalah pencernaan seperti kembung, keracunan makanan, dan sembelit.
Dalam pengobatan Barat
Jahe merah memegang peranan penting dalam dunia pengobatan Barat seperti halnya dalam dunia pengobatan Timur (China, Jepang dan India) Ia bisa digunakan sendirian atau sebagai bahan campuran dalam resep herbal dan juga dipakai sebagai "penyembuhan koreksi" terhadap efek yang tidak diinginkan dari tumbuhan lain. Telah dibuktikan dalam riset terakhir bahwa jahe merah mempunyai kandungan yang unik yang dapat membantu pengobatan lain menjadi lebih baik diterima dan diserap tubuh.
Walaupun jahe merah tidak pernah diteliti dalam pengobatan asma, menurut DR. Suwijiyo Pramono, ahli fitofarmaka dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemungkinan rasa hangat karena kandungan minyak asiri itulah yang menyebabkan rasa lega bagi penderita asma.
“Pada dasarnya jahe merah tidak memiliki kandungan zat yang bersifat bronko splasmolitika (zat pelega saluran napas). Kemungkinan lain efek antihistamin pada jahe yang menyebabkan asma mereda,” tutur doktor fitokimia lulusan Universite Toulose Perancis itu.
Namun, bagi Anda penderita asma sekaligus maag, sebaiknya menghindari konsumsi jahe merah. “Karena gingerolnya bisa bikin lambung panas dan iritasi,” ujar dosen Fakultas Farmasi UGM ini.
Beberapa khasiat penyembuhan jahe merah yang disebutkan oleh pelbagai web site:
Migrain, pusing-pusing, melancarkan peredaran darah, memperbaiki pencernaan, perut kembung, memecah gas dalam perut, encok & pegal linu, masuk angin, influenza
Beberapa khasiat jahe merah yang masih harus dibuktikan karena tampaknya terlalu fantastis:
Viagra alami, merangsang keluarnya air susu ibu, mendorong produksi getah bening, menjaga kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.
Digunakan berdasarkan tradisi atau teori (informasi dari MayoClinic.com)
Di bawah ini adalah penggunaan berdasarkan tradisi atau teori sains. Kebanyakan belum diuji mendalam secara klinis terhadap manusia, sehingga keamanan dan kemanjurannya belum benar-benar terbukti. Beberapa kondisi yang disebutkan di bawah ini dapat menjadi serius dan seharusnya diperiksa oleh petugas kesehatan:
Pengobatan mabuk alkohol, menetralisir asam lambung, anti jamur, antioksidan, antiseptik, anti kejang, anti virus, obat perangsang, bengkak arthritis, asma, penyumbatan pembuluh darah, kutu air (jamur kaki), disentri bakteri, kebotakan, masalah produksi air empedu, pengencer darah, penghangat tubuh, bronchitis, pendarahan, luka bakar (diaplikasikan ke kulit), kanker, kolera, selesma, sakit perut, pereda batuk, depresi, diare, bantuan pencernaan, kehilangan selera makan, pengurangan atau pemberhentian dosis SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor: Antara lain digunakan untuk obat anti depresi), sakit mens, masalah pencernaan, kolesterol naik, infeksi jamur, perut kembung, flu, sakit kepala, infeksi Helicobacter pylori, tekanan darah tinggi, stimulan sistem kekebalan tubuh, impotensi, peningkatan penyerapan obat, peningkatan metabolisme, parasit usus, Kawasaki's disease, masalah ginjal, pencahar, masalah hati, tekanan darah rendah, migren, malaria, penahan sakit, pernapasan, gigitan ular beracun, memperlancar mens, psoriasis (dipakai di kulit), turunnya suhu tubuh akibat serotonin, mempercepat kelahiran, obat penguat, sakit perut, luka lambung, bengkak pada zakar, sakit gigi, infeksi pada sistem pernapasan bagian atas.
referensi :
http://www.bursainternet.com/kesehatan/115-khasiat-jahe-merah
http://www.ibujempol.com/tanaman-obat-keluarga-3-jahe-dan-khasiatnya/

Arti Perempuan Bagi laki_laki

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.
Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele. Hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akanmenyelesaikan bagiannya. Sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu. Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele, namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu.
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang, seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasiapapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya.
Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki, apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana. Karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga, karena kau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

wanita cantik itu....

Tuhan berfirman : ” Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia. Namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.
Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.
Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.
Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.
Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.
Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.
Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada.
Karena setiap Wanita itu Cantik…
Airmata adalah peneman setia seorang wanita…
Sekuat mana dan setabah mana pun seorang wanita… airmata itu pasti akan gugur jua ke pipi nya di saat hati nya betul-betul terluka…
Airmata itu menunjukkan kesabarannya sudah mencapai ke suatu tahap yang tidak dapat dibendung lagi… dimana kata-kata tidak boleh diungkap keluar lagi…
Airmatanya lah yang “mengatakan” segala-galanya yang ada dalam hatinya ketika itu…

Cinta Tidak Harus Berupa Bunga

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan"
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."
Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan....
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."
"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.".
"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."
"Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."
"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."
"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".
"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."
"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."
"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

kehidupan ituu seperti bawang bombay...............

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas.
”Siapakah orang yang paling penting dalam hidup Anda? Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”
Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.
Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya. Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.
Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya.
Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.
Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata : “Coret satu lagi !!”
Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama, yaitu nama orang tuanya.
“Silakan coret satu lagi !”
Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya.
Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.
Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya : “Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?”
Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya.
” Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anak pun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya. ”
Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis

Synopsis- “secreat garden”

drama korea hot 2011
Kim Joo Won (Hyun Bin) dan Gil Ra Im (Ha Ji Won) adalah dua orang yang sangat berbeda latar belakang dan sifatnya. Joo Won adalah seorang pria kaya pemilik sebuah mall besar yang bersifat arrogant. Gil Ra Im adalah seorang stunt woman (pemeran pengganti wanita dalam sebuah film) yang tegar mungkin karena hidupnya pas-pasan. Ia tinggal berdua bersama temannya disebuah rumah bobrok (sebenernya ga begitu bobrok sih, cuma ada beberapa tambalan aja di dinding n jendela rumahnya).

Pertemuan pertama mereka ketika Kim Joo Won tidak sengaja membawa Gil Ra Im karena mengira ia adalah aktris yang sedang dicarinya (saat itu pakain Gil Ra Im sama dengan sang artis). Hati Joo Won mulai tersentuh ketika melihat Ra Im terluka saat sedang shooting dan akhirnya mengantarkan Ra Im ke rumah sakit. Semenjak itu entah kenapa Jo Woon terus memikirkan Ra Im. Mungkin karena sifat Ra Im yang galak membuat Joo Won penasaran dan malah merasa seneng kalo Ra Im marah padanya.

Sebenernya mungkin Joo Won tahu bahwa kini ia sudah jantu cinta Ra Im tapi karena menyadari bahwa kehidupan mereka jauh berbeda akhirnya Joo Won memutuskan untuk menghindar sementara. Sebenernya bukan menghindar juga sih, cuma pelan-pelan mulai mempelajari hidup Ra Im. Joo Won ngerasa shock aja ternyata ada orang semiskin Ra Im yang tinggal di rumah jelek, demi bisa dapet duit ia rela tubuhnya terluka dimana-mana, tidak bisa beli tas baru sampai tali tasnya yang putus disambung pake peniti,dll.

Sampai pada suatu hariKim Joo Won dan Gil Ra Im tersesat di sebuah hutan. Dan anehnya di tengah hutan itu ada sebuah rumah makan. Mereka pun akhirnya mampir ke tempat itu untuk makan. Pemilik rumah makan itu adalah seorang wanita tua. Sebelum Joo Won dan Ra Im meninggalkan rumah makan, wanita itu memberikan 2 botol minuman yang diramunya sendiri. Katanya sih itu minuman kesehatan.

Sepulangnya dari hutan, Joo Won dan Ra Im meminum minuman tersebut di tempat terpisah. Esok paginya ternyata tubuh mereka sudah tertukar. Di dalam tubuh Ra Im ada Joo Won dan di dalam tubuh Joo Won ada Ra Im.
Awalnya gil ra im menyukai aktris park chae rin dan yang paling seru lagi gil ra im selalu menggunakan kaos kaki yang bergambarkan aktris tanpan tersebut.Tautan
Tapi apakah akan ada perubahan rasa suka itu? Lalu bagaimana dengan lanjutan pertukaran raga mereka?????? mau tau kelanjutannya gima klik disini

Di Saat Kesadaran Terbuka


Di saat kesadaran terbuka…

waktu seakan berhenti untukku

gambar masa lalu tergambar

amal berbuah sesal

dosa menambah resah

ketakukan…

ketegangan …

kecemasan….

penyesalan….

mengelilingi jiwa ini

baru aku tahu

makna di balik makna

rahasia di balik rahasia

Dia di atas segalanya …

Senin, 16 Mei 2011

situ patenggang



Berada pada ketinggian sekitar 1600 m dari permukaan laut, Situ Patenggang memiliki panoramayang sangat indah. Ditambah Hamparan hijau kebun teh, ditambah lagi dengan udara yang dingin dan bersih serta matahari yang hangat, memberi kesan damai dan ketenangan sendiri bagi pengunjungnya. Dari pinggir jalan menuju lokasi yang tenang, nampak sebuah danau berada dibalik perkebunan teh diantara sela-sela pepohonan yang menjulang tinggi.
Harga tiketnyapun sangat terjangkau untuk yang berkendara motor 12ribu per motor di hari weekend, serangkan di hari biasanya hanya dikenakan biaya 10ribu per motor.
Danau Patenggang atau lebih dikenal dengan nama Situ Patenggang oleh masyarakat setempat, menempati areal seluas 150 Ha. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata.
Untuk menikmati objek wisata ini terdapat fasilitas perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi sebuah pulau kecil yang berada dibagian tengah danau yang bernama Pulau Sasuka. Pulau ini tampak rindang dengan banyaknya pohon-pohon tinggi yang tumbuh didalamnya. Sementara diseberang danau terdapat lokasi yang cukup menarik yang diberi nama Batu Cinta yang konon dipercayai akan memberi kelanggengan cinta bagi pasangan yang datang berkunjung kelokasi tersebut.

Perahu yang tersedia ini cukup banyak jumlahnya, dan dalam kondisi yang bagus atau terawat saat saya berkunjung kesana. Warna perahu yang cerah cukup kontras atau menyolok sekali dengan lingkungan sekitarnya yang didominasi warna hijau. Fasilitas sarana transportasi air yang disewakan di tempat ini berupa penyewaan perahu dayung, perahu boat dan sepeda air dengan harga yang masih bisa dinegosiasikan dengan pemiliknya. Terdapat pula fasilitas gazebo maupun tempat-tempat duduk tanpa atap yang terbuat dari semen untuk keperluan menikmati panorama sekitar dari tepi danau. Urusan makananpun bukanlah suatu hal yang sulit dikarenakan banyaknya warung penjual makanan yang berderet dekat dengan areal parkir.

si kecil yang punya khasiat yang sangat besar “almond”



Almond (Prunus dulcis), adalah tanaman asli Timur Tengah, buahnya sebenarnya bukan merupakan kacang, namun merupakan buah berbiji yang terdiri dari kulit luar yang diselubungi cangkang keras. Almond biasanya dijual dalam bentuk masih bercangkang atau juga dengan cangkang yang yang sudah dilepas.

Meskipun almond berasal dari Timur Tengah, akan tetapi kini banyak negara banyak yang membudidayakannya, antara lain Amerika Serikat, Spanyol, Siria, Italia, Iran, Maroko, Turki, dan China.
Almond dapat dikonsumsi secara langsung, dan juga dengan diolah. Irisan almond dapat ditambahkan pada es krim, coklat, atau kue. Almond dapat pula dibuat menjadi "susu almond", terutama diperuntukkan bagi orang yang memiliki intoleransi laktosa dan juga vegetarian.
Almond mengandung 49% minyak, dimana tersusun atas 62% asam lemak omega-9, 24% asam lemak omega-6, dan 6% asam palmitat. Oleum amigdalae, adalah sejenis minyak yang diperoleh dari almond, yang tergolong gliseril oleat. Minyak ini memiliki aroma ringan dan berasa kacang, tidak larut alkohol, namun mudah larut dalam kloroform atau eter.
Ternyata almond juga bernutrisi, almond mengandung 26% karbohidrat (12% serat makanan, 6,3% gula, serta 0,7% pati). Selain itu almond kaya akan vitamin E, yakni 24 mg per 100 gram. Almond juga memiliki banyak kandungan asam lemak tak jenuh, yang dapat menurunkan kolesterol LDL. Nutrisi lain yang terdapat pada almond adalah vitamin B, vitamin C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan seng.
Almond diklaim memiliki manfaat :
1. mempercepat pergerakan makanan di kolon, dan mencegah kanker usus besar . Beberapa penelitian terbaru mengkaitkan almond dengan penurunan kolesterol LDL.
2. Almond juga memiliki khasiat anti inflamasi/radang, memperkuat daya tahan tubuh, dan melindungi hati.
3. Almond juga dipercaya untuk menurunkan kadar candu rokok (bagus nih buat orang-orang peroko).
Akan tetapi bagi beberapa orang, almond dapat mengakibatkan alergi yang gejalanya bervariasi dari gejala lokal (misalnya contact urticaria) hingga gejala sistemik (misalnya angioedema, urticaria, atau juga rasa tidak nyaman di perut/saluran pernafasan).

Takoyaki



cemilan enak sehat, dengan harga terjangkau ya takoyaki..... mmmmhhhmmm yummy ^.^

Takoyaki (たこ焼き) nama makanan asal daerah kaisar di jepang , berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya.
Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. takoyaki sebesar bola tenis (jambotako) yang menjual takoyaki secara satuan.
Takoyaki dimakan dengan menggunakan tusuk gigi, Penjual takoyaki selalu memberikan 2 batang tusuk gigi untuk satu orang, karena takoyaki yang ditusuk dengan sebatang tusuk gigi bisa berputar-putar sewaktu diangkat dan jatuh sebelum masuk ke mulut.
Pada mulanya, takoyaki dijual dengan menggunakan tusukan bambu dengan isi 3 buah per tusuk. Di sekitar tahun 2000 masih bisa dijumpai sebuah kios yang menjual takoyaki dengan tusukan bambu di Prefektur Aichi, tapi sekarang sudah tutup dengan alasan usia lanjut penjualnya.
Bahan rahasia (seperti baking powder) atau asinan jahe berwarna merah (benishōga) sering pula dicampurkan ke dalam adonan. Penjual yang senang berkreasi kadangkala menambahkan keju atau konnyaku ke dalam takoyaki.
Saus yang dipakai biasanya adalah saus okonomiyaki walaupun ada juga saus khusus untuk takoyaki yang rasanya tidak jauh berbeda dengan saus okonomiyaki.
Takoyaki dengan isi yang disukai penduduk setempat (kadang-kadang tanpa gurita) berusaha diperkenalkan di negara-negara yang penduduknya merasa ngeri memakan gurita.