Kamis, 29 Maret 2012

Nantianku di Batas Waktu

Masih membekas dalam ingatan ku, di suatu pagi nan sejuk yang masih menyisakan tetesan embun, membuat kilau-kilauan bening didedaunan basah. suasana pagi itu begitu menyejukan hati, saat itu aku dengannya sedang duduk dibangku taman kota, rasanya aku ingin menghentikan waktu agar bisa lebih lama menikmati kesejukan itu sampai akhirnya dia mengucapkan kalimat yang begitu menusuk kerelung hatiku.
“Rachmi, abang ngajak kamu kesini untuk berpamitan. Abang dapet beasiswa ke qairo untuk belajar disana. Ade tau kan itu impian abang dari dulu, abang mengharapkan dukungan darimu”
Aku terdiam membisu tak dapat berkata apa-apa, kabar ini sangat mengejutkan ku. Tak dapat kubayangkan bila jauh darinya, tak ada lagi abang fajar disampingku. Sedari kecil Kami dibesarkan dipanti asuhan yang sama. Selama ini aku bergantung padanya dan kini dia akan pergi meninggalkan aku, rasanya bagai kaki yang pincang sebelah.
“Nanti klo abang sudah selesai study disana dan menjadi orang sukses abang akan jemput ade. Abang akan melamarmu, mau kan kamu nunggu abang?” ucap bang fajar meyakinkanku
“tapi aku gak bisa pisah sama abang,, apalagi sampe 4 tahun .” tanpa terasa air mataku jatuh membasahi pipiku.
“ abang akan selalu mengabarimu dan janji akan memjemputmu” air mata terus mengalir ketika aku jatuh dipelukkannya.
Beberapa hari setelah kepergiannya kami sering berkomunikasi lewat internet ataupun telfon. Seiring dengan berjalannya waktu kontak pun terputus tak ada kabar darinya orang yang selalu kunantikan. Panti asuhan yang aku tempati pun akan segera digusur untuk di jadikan mall besar. Untungnya kita semua diberikan tempat baru sebagai gantinya, jadi tidak ada masalah untuk tempat tinggal. setelah lulus kuliah aku tidak ingin membebani ibu panti lagi kemudian aku mencari kerja dan mengikuti tes CPNS, dengan mengikuti beberapa tes yang harus bekerja keras memutar otak akhirnya aku diterima dan ditempatkan di bandung. Rasanya makin jauh saja jalanku untuk bertemu dengannya, tapi aku hanya bisa berpasrah dan berdoa ke pada sang khaliq.
Sudah 5 tahun kepergiannya, aku masih berharap bisa bertemu dengannya. Sesekali aku datangi panti asuhan dan mampir ke sebuah mall yang dulunya adalah panti asuhan ku. Rasanya aku seperti orang bodoh berdiam diri di depan mall seharian menunggu kedatangannya. Terkadang aku berpikir apakah dia sudah melupakan janjinya padaku, kapan penantian ini kan berakhir. Rasanya hati ini sudah letih, mungkin benar apa yang dibilang teman ku mira.
“Mi,, kamu yakin masih mau menunggunya?? Rasanya itu hal yang mustahil, sudah 5 tahun lebih, apakah kamu akan terus hidup dengan penantian yang tak kunjung tiba.” Aku tak dapat menjawab semua pertanyaan mira, kalau aku jawab jujur pasti mira akan menentangnya.
“aa Fikri meminta aku menyampaikan ini padamu bahwa dia sangat menyayangimu dan berharap dapat meminangmu kelak, dia akan selalu menunggu mu sampai kamu benar-benar siap. jadi bagaimana jawabanmu?”
“aku butuh waktu untuk menjawabnya mir.”
“ya kamu pikirkan baik-baik, Jangan sampai kau mengambil keputusan yang dapat kau sesali nantinya” pesan mira.
aa fikri adalah kaka dari sahabatku mira, aku mengenal mereka semenjak pindah ke Bandung. Keluarga mereka baik padaku orang tuanya pun sudah menganggap aku seperti anaknya sendiri.
Setelah beberapa hari aku sholah istiqarah dan memikirkan mana yang harus kupilih, apakah aku menerima permintaan aa fikri untuk meminangku atau akan terus menunggu abang fajar yang entah sampai kapan. Dan akhirnya aku mengambil keputusan untuk pergi kejakarta dan sekali lagi menunggunya di depan mall, kalau sampai sore dia tidak kunjung datang aku akan menerima aa fikri. Hal yang paling aku takutkan pun terjadi aku menunggu seharian dengan sia-sia. Kembalinya aku ke bandung aku langsung menemui mira dan menerima aa fikri.
Satu minggu kemudian fikri dan keluarganya datang ke panti asuhan untuk menghitbah Rachmi disaat moment2 itu akan berlangsung tiba2 muncul seorang pria tampan dengan kemeja putih dan mengenakan celana jeans berdiri di depan pintu sambil tersenyum, Rachmi sangat terkejut melihatnya mungkin penampilannya sudah berubah tapi wajah itu masih tetap sama. Semua tersentak kaget
“aaabang fajar…” aku berlari kedalam pelukannya.
“abang sudah janji akan menjemputmu”

Kamis, 01 Maret 2012

LOGIKA


Logika sebagai landasan utama untuk menguasai filsafat dan ilmu pengetahuan serta sarana penghubung antara filsafat dan ilmu. Dari segi filsafat, dengan logika kita berarti memahami fungsi logis manusia.
Logika berasal dari kata logike, bahasa yunani, yang berhubungan dengan kata benda logos yang berarti pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dan pikiran.
Nama logika pertama kali muncul pada filsuf Cicero abad ke-1 sebelum masehi dalam arti seni berdebat.
Filsuf Alexander Aphrodisiasi sekitar permulaan abad ke-3 sesudah masehi adalah orang pertama yang mempergunakan kata logika dalam arti menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita.
Filsuf Aristoteles yang berjasa besar dalam penemuan logika. Aristoteles saat itu belum memakai nama logika, melainkan analitika dan dialektika. Definisi Analitika itu sendiri yaitu penyelidikan mengenai berbagai argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar, sedangkan dialektika yaitu penyelidikan mengenai argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari hipotesis.
BEBERAPA BAHASAN LOGIKA DARI PARA FILSUF DAN ILMUWAN

1. Hasbullah bakry
Logika adalah ilmu pengetahuan yang mengatur penelitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikirannya dapat mencapai kebenaran. Logika juga mempelajari aturan-aturan dan cara berpikir yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran dan logika mempelajari pekerjaan akal dipandang dari aspek benar atau salah. Berdasarkan pengertian tersebut logika tidak dapat dilepaskan dari aspek berpikir yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah kebenaran atau penyimpulan yang benar.
2. N. Drijakara
Logika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum susunan atau bentuk pikiran manusia yang menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran. Berdasarkan definisi ini, orang awam akan biasa mempunyai kepandaian logika sekedar sebagai hukum kodrati manusia sehingga apabila dihadapkan pada penalaran yang sulit, akan mengalami kesesatan dalam berfikir. Logika ini termasuk logika ilmiah, yang artinya sesuai dengan hukum-hukum berfikir ilmiah.
3. Fudyartanta
Logika adalah ilmu yang mempelajari secara mendalam tentang kebenaran berpikir. Dengan kata lain, logika adalah ilmu radikal tentang berfikir yang benar, supaya hasilnya benar. Dengan mempelajari logika sebagai ilmu filsafat berpikir, kita akan menemukan metode berpikir dengan berbagai rumusan dan bahan-bahan yang dipikirkan.
4. Nuril huda
Logika adalah ilmu yang mempelajari dan memutuskan kaidah-kaidah dan hukum-hukum sebagai pegangan untuk berfikir tepat dan praktis untuk mencapai kesimpulan yang tepat dan pemecahan persoalan yang bijaksana.
5. Ir. Poedjawijatna
Logika adalah filsafat budi (manusia) yang mempelajari teknik berfikir untuk mengetahui bagaimana manusia berfikir dengan semestinya.
Menurut orang Indonesia, logika dianggap membahas tentang persoalan berpikir, pemikiran atau pikiran.
Dalam banyak buku berbahasa inggris, logika sering dikatakan sebagai bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratur asas-asas dan aturan penalaran yang benar (correct reasoning). Pengetahuan ini diharapkan menjadi petunjuk agar orang dapat melakukan perbincangan dan penyimpulan yang sah, yaitu selaras dengan kaidah bekerjanya akal.
William Alston mendefinisikan logika sebagai “logic is the study of inference, more precisely the attempt to devise criteria for separating valid from invalid inferences” logika adalah pelajaran tentang penyimpilan, secara lebih cermat usaha untuk menetapkan ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan yang sah dan yang tidak sah.
Sheldon Lachman sad : “logic is the systematic discipline concerned with the organization and development of the formal rules, the normative procedures and the criteria of valid inference” logika adalah cabang ilmu sistematis mengenai penyusunan dan pengembangan dari aturan formal, prosedur normative, dan ukuran-ukuran bagi penyimpulan yang sah.
HUBUNGAN LOGIKA DENGAN PSIKOLOGI, BAHASA, DAN METAFISIKA.
1. Logika dan psikologi.
Psikologi memberikan keterangan mengenai sejarah perkembangan berpikir. Logika sebagai cabang filsafat bertujuan membimbing akal untuk berpikir (bagaimana seharusnya). Untuk bagaimana seharusnya, kita terlebih dahulu harus mengetahui tentang bagaimana manusia itu berpikir. Disinilah letak hubungan psikologi dengan logika.
2. Logika dengan bahasa.
Ilmu bahasa menyajikan kaidah penyusunan bahasa yang baik dan benar, dan logika menyajikan tata cara dan kaidah berpikir secara lurus dan benar. Oleh karena itu keduanya saling mengisi. Bahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari hanya dapat tercipta apabila ada kebiasaan atau kemampuan dasar setiap orang berpikir logis. Sebaliknya suatu kemampuan berpikir logis tanpa memiliki pengetahuan bahasa yang baik maka ia tidak akan dapat menyampaikan isi pikiran itu kepada orang lain.
3. Logika dengan metafisika
Teori dalam metafisika menyatakan kenyataan kebenaran atau hakikat realitas bukanlah apa yang tampak, tetapi apa yang berada di balik yang tampak. Dalil-dalil, hukum-hukum dalam logika bagi metafisika bukan apa yang telah dirumuskan yang menjadi hakikat kebenaran, tetapi apa yang ada di balik rumusan dalil dan hukum-hukumnya. Semakin erat hubungan metafisika dengan logika, kebenaran logis semakin dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, kebenaran logis mendekat hakikat realitas. Semakin mampu tertipu oleh kebenaran yang tampak.
KEGUNAAN DAN MANFAAT LOGIKA
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berfikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren;
2. Meningkatkan kemampuan berfikir secara abstrak, cermat dan objektif;
3. Menambahkan kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berfikir secara tajam dan mandiri;
4. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan.
Menurut sudut pandang ilmu, logika berarti penyelarasan berfikir, yang disesuaikan dengan kenyataan sehari-hari, sehingga kualitas pengetahuan selalu berada dalam pengujian terus-menerus dan bergerak secara empiris dan teoritis. Logika menyelaraskan kaidah objektif dengan situasi subjektif dan konkret.
Dari pernyataan-pernyataan diatas kita simpulkan beberapa definisi logika antara lain :
1. Ilmu yang memberikan aturan-aturan yang berpikir valid
2. Ilmu mengenai ketentuan-ketentuan yang di jadikan petunjuk oleh manusia dalam berpikir.
3. Ilmu tentang undang-undang berpikir.
4. Ilmu tentang menggerakan pikiran pada jalan yang lurus, dalam memperoleh suatu kebenaran.
5. Ilmu yang membahas tentang undang-undang yang umum tentang pikiran.
6. Ilmu sebagai alat yang merupakan undang-undang dan bila undang-undang itu dipelihara dan di perhatikan, maka hati nurani manusia dapat terhindar dari pemikiran yang salah.
7. Ilmu tentang hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran dari setiap kekeliruan.
8. Ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat.
9. Filsafat berpikir.
10. Teknik berfikir.
Referensi :
judul buku : Dasar-dasar logika
penulis : Drs. Surajiyo, Drs. Sugeng Astanto, M.Si, Dra. Sri Andiani
Penerbit : BUMI AKSARA