Kamis, 29 September 2011

KASUS KORUPSI INDONESIA

“ KASUS SUAP WISMA ATLET : MINDO ROSALINA MANULANG”
Seperti kita ketahui , kasus korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini begitu memprihatinkan. Apalagi kita bandingkan dengan permasalahan kemiskinan bangsa ini yang tidak menemukan jalan terbaik dalam penyelesaiannya.
Sungguh kritis masalah korupsi di Negara kita tercinta ini, ditambah lagi dengan lihainya para koruptor yang lolos dari jeratan hukum. Dengan keadaan seperti apa yang dapat masyarakat lakukan, sedangkan para mafia – mafia hukum saja tak mudah menangkap para koruptor yang masih berlenggang bebas di Negara ini.
Kali ini saya akan membahas tentang kasus korupsi Mindo Rosalina Manulang, dimana yang terjadi adalah kasus suap poyek pebanguna wisma atlet Palembang, Sematera Selatan.
Seperti halnya kasus korupsi lainnya, kasus suap ini merupakan rantai dari kasus korupsi yang dilakukan oleh M. Nazaruddin. Dimana kita ketahui kasus ini berawal dari Nazaruddin yang menggunakan dana proyek wisma atlet Sea Games XXVI 2011 Palembang dan Jakarta, Indonesia.
Berikut kutipan artikel untuk kasus suap wisma atlet Rosalina manulang :
Jakarta - Berkas tersangka kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin belum juga naik ke tahap penuntutan. Salah satu cara untuk bisa segera menyelesaikan berkas itu dengan memeriksa anak buah Nazar, Mindo Rosalina Manulang.

Rosa diperiksa sebagai saksi untuk Nazaruddin. Rosa tiba sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2011).

Ia datang dengan mobil tahanan KPK bersama tersangka suap Kemenakertrans, Dharnawati yang mengenakan pakaian muslim serba hitam.

Rosa kali ini memakai baju kemeja berwarna pink dipadu dengan jeans biru. Biasanya anak buah Nazaruddin ini selalu datang dengan baju terusan dan wajah yang sendu. Namun kali ini nampak berbeda. Dengan lincah, ia langsung berlari kecil menaiki tangga KPK.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, hingga saat ini berkas penyidikan Nazar memang masih terus digodok. Salah satu untuk melengkapi berkas tersangka kasus suap itu adalah memeriksa Rosa.

"Masih terus kita kembangkan sjauh mana data dan info terkait dengan proses penyidikan untuk melangkapi proses penuntutan," tandasnya. (http://www.detiknews.com/read/2011/09/27/123805/1731287/10/periksa-rosa-kpk-ingin-segera-lengkapi-berkas-nazaruddin )
Jakarta - Direktur PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang menerima putusan Pengadilan Tipikor yang menghukum dirinya selama 2,5 tahun penjara. Rosa mengakui dirinya bersalah dalam kasus suap wisma atlet.

"Saya kan salah, ngapain banding," ujar Rosa di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2011).

Rosa tiba di Pengadilan Tipikor untuk bersaksi bagi mantan Sesmenpora, Wafid Muharam. Selain Rosa, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris juga turut dihadirkan sebagai saksi.

Rosa menerima putusan pengadilan dengan lapang dada. "Saya terima putusan itu," ucapnya.

Bagaimana dengan El Idris? Pria ini justru mengambil putusan terkait banding atau tidak.

"Kan masih nanti," tegasnya.
Kasus suap tersebut telah ditetapkan dengan bersalahnya Mindo Rosalina Manulang, kita berharap semua kasus korupsi di Indonesia akan cepat terselesaikan, dan tidak akan ada terjadinya lagi kasus korupsi, yang akan menambah kesengsaraan bangsa kita.

create by Novindasari / 29-September-2011

Rabu, 28 September 2011

Mobil dengan Koneksi Internet



Menyusul kehadiran smartphone dan tablet komputer, para pengendara sekarang menjadi sasaran pasar untuk penjualan alat komunikasi terbaru berikutnya. Para produsen kendaraan memukau pengunjung dengan teknologi Internet model terbaru dalam pameran otomotif IAA.

Dulu sempat ada pameran mobil yang memuaskan obsesi penggila otomotif dengan mesin bertenaga kuat serta desain yang mengkilap. Dengan fasilitas ramalan cuaca yang terkomputerisasi, para produsen tersebut percaya bahwa di masa yang akan datang, mobil tidak hanya akan berperan sebagai alat transportasi semata, namun juga rumah atau kantor kedua. Para pengemudi akan memiliki akses untuk menggunakan email mereka dan tetap tehubung dengan jejaring sosial meski sedang berada di jalanan.

BMW, produsen kenamaan asal Jerman, telah menawarkan sistem komputer yang dilengkapi akses Internet. Fasilitas tersebut mampu menunjukkan lokasi restoran, ATM terdekat atau bahkan lokasi parkir gratis.

Sebagai pesaingnya, Daimler tak mau kalah. Mereka menghadirkan komputer yang terhubung untuk memberikan akses Internet kepada pengendara selama mobil diparkir.

Dengan konsep baru dunia otomotif yang dipamerkan dalam IAA baru-baru ini tersebut, Ford Evos menawarkan fasilitas mobil yang bisa memanjakan penggunanya. Mulai dari penyesuaian suhu kabin hingga akses ke sistem hiburan untuk mendengarkan berita atau musik.

"Mobil yang berhasil harus menyajikan gaya hidup, kenyamanan serta ramah lingkungan," ujar Stephan Reith dari firma konsultasi Bozz & Company.

Mobil dengan teknologi Internet diprediksi akan menggebrak dalam beberapa tahun mendatang.

Dipercaya, satu dari dua pengemudi di Jerman menginginkan akses Internet dalam mobil. "Dan ketika pasar berkata, 'Itulah yang kami inginkan,' maka itu jugalah yang kami berikan," ujar analis LBBW, Frank Biller.

"Konektivitas menjadi tren terbesar," lanjutnya.

Produsen suku cadang otomotif seperti Bosch di Jerman dan Valeo di Perancis sedang sibuk berinvestasi untuk teknologi komputer. Valeo misalnya, menemukan sistem yang bisa memarkirkan kendarann tanpa pengemudi.

Namun, fasilitas baru tersebut tak menjamin keamanan seratus persen, karena adanya faktor dari pengemudi sendiri.

Yang menjadi tantangan adalah memenuhi keinginan pelanggan tanpa mengesampingkan keamanan berkendara, menurut anggota dewan BITKOM, Martina Koederitz.

Masih ada ancaman keamanan lainnya. Grup piranti lunak anti-virus asal A.S., McAfee, memperingatkan akan kemungkinan munculnya serangan hacker di sistem komputer kendaraan.

"Pembajakan akun surat elektronik atau laptop telah umum diketahui. Namun saat mobil-mobil dibajak, maka kita akan menghadapi masalah sistem keamanan yang serius," ujar manajer umum McAfee, Stuart McClure.

Para ahli perlindungan data pun mengingatkan para kendaraan mengenai volume data yang tersimpan, terutama di mobil-mobil elektrik, yang bisa digunakan untuk melacak keberadaan seseorang.
http://id.berita.yahoo.com/mobil-dengan-koneksi-internet.html
create by novindasari / 29-september-2011

Jadi manejer, mungkinkan????

mmmmhhhmmmm manejer????? Kata-kata itu belum pernah ada sebelumnya dipikiranku….jadi manejer yah??? Bukannya mungkin apa tidak mungkinnya, aku bisa jadi manejer tapi memikirkan untuk jadi menejernya itu yang lumayan sedikit rumit.tapi kalo dilihat dari film-film sinetron-sinetron apalagi di drama-drama korea sepertinya jadi menejer itu lumayan memotivasi juga karena kalo jadi menejer itu wawasan kita menjadi semakin luas dan banyak pengalaman dari berbagai kalangan dari mulai kita harus terjun langsung memilah bahan baku, mengawasi setiap langkah-langkahnya menecek ulang produknya memiriksakan lagi nyaman tidaknya bahan tersebut untuk dikonsumsi sampai bahan itu menjadi suatu produk yang layak di pasarkan. apalagi kalo obset penjualan kita laku di pasaran itu akan menjadi kita semakin termotivasi lagi untuk menjadi yang terbaik dan yang berkualitas untuk menjadi seorang menejer.
Tapi???????? Tanggung jawab menjadi menejernya itu yang bisa apa tidak kita menjaankannya.
1. Disiplin. Bisa tidakan kita disiplin disiplin waktu dan juga disiplin dalam pekerjaan itu.?
kalo soal disiplin aku bisa.
2. Wawasannya luas. kurang yakin tapi klao ada usaha dan motivasi mungkin bisa dikembangkan.
3. Berjiwa kepemimpinan. kurang berpengalaman.
4. Pandai-pandai bersosialisasi. Mungkin bagi kebanyakan orang bersosilisasi sangat lah mudah. Tapi kalau aku orangnya kurang pandai untuk bersosialisasi.
Kesimpulannya : sepertinya aku kurang cocok kalo menjadi manejer. ^.^

create by novindasari / 29-september-2011

kekerasan di kalangan pelajar


Kekerasan atau dalam bahasa inggrisnya Violence berasal dari (bahasa latin, violentus yang berasal dari kata atau vīs berarti kekuasaan atau berkuasa) adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik dan privat romawi yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang. umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini. [1]
Akar Kekerasan itu sendiri bisa terjadi karena adanya Kekayaan tanpa bekerja, Kesenangan tanpa hati nurani, Pengetahuan tanpa karakter, Perdagangan tanpa moralitas, Ilmu tanpa kemanusiaan, Ibadah tanpa pengorbanan, Politik tanpa prinsip.
Dampak dari kekerasan :
Berikut ini adalah dampak-dampak yang ditimbulkan kekerasan terhadap anak, antara lain;
1) Dampak kekerasan fisik, anak yang mendapat perlakuan kejam dari orang tuanya akan menjadi sangat agresif, dan setelah menjadi orang tua akan berlaku kejam kepada anak-anaknya. Orang tua agresif melahirkan anak-anak yang agresif, yang pada gilirannya akan menjadi orang dewasa yang menjadi agresif. Lawson (dalam Sitohang, 2004) menggambarkan bahwa semua jenis gangguan mental ada hubungannya dengan perlakuan buruk yang diterima manusia ketika dia masih kecil. Kekerasan fisik yang berlangsung berulang-ulang dalam jangka waktu lama akan menimbulkan cedera serius terhadap anak, meninggalkan bekas luka secara fisik hingga menyebabkan korban meninggal dunia;
2) Dampak kekerasan psikis. Unicef (1986) mengemukakan, anak yang sering dimarahi orang tuanya, apalagi diikuti dengan penyiksaan, cenderung meniru perilaku buruk (coping mechanism) seperti bulimia nervosa (memuntahkan makanan kembali), penyimpangan pola makan, anorexia (takut gemuk), kecanduan alkohol dan obat-obatan, dan memiliki dorongan bunuh diri. Menurut Nadia (1991), kekerasan psikologis sukar diidentifikasi atau didiagnosa karena tidak meninggalkan bekas yang nyata seperti penyiksaan fisik. Jenis kekerasan ini meninggalkan bekas yang tersembunyi yang termanifestasikan dalam beberapa bentuk, seperti kurangnya rasa percaya diri, kesulitan membina persahabatan, perilaku merusak, menarik diri dari lingkungan, penyalahgunaan obat dan alkohol, ataupun kecenderungan bunuh diri;
3) Dampak kekerasan seksual. Menurut Mulyadi (Sinar Harapan, 2003) diantara korban yang masih merasa dendam terhadap pelaku, takut menikah, merasa rendah diri, dan trauma akibat eksploitasi seksual, meski kini mereka sudah dewasa atau bahkan sudah menikah. Bahkan eksploitasi seksual yang dialami semasa masih anak-anak banyak ditengarai sebagai penyebab keterlibatan dalam prostitusi. Jika kekerasan seksual terjadi pada anak yang masih kecil pengaruh buruk yang ditimbulkan antara lain dari yang biasanya tidak mengompol jadi mengompol, mudah merasa takut, perubahan pola tidur, kecemasan tidak beralasan, atau bahkan simtom fisik seperti sakit perut atau adanya masalah kulit, dll (dalam Nadia, 1991);
4) Dampak penelantaran anak. Pengaruh yang paling terlihat jika anak mengalami hal ini adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak, Hurlock (1990) mengatakan jika anak kurang kasih sayang dari orang tua menyebabkan berkembangnya perasaan tidak aman, gagal mengembangkan perilaku akrab, dan selanjutnya akan mengalami masalah penyesuaian diri pada masa yang akan datang.
Dampak yang lainnya (dalam Sitohang, 2004) adalah kelalaian dalam mendapatkan pengobatan menyebabkan kegagalan dalam merawat anak dengan baik. Kelalaian dalam pendidikan, meliputi kegagalan dalam mendidik anak mampu berinteraksi dengan lingkungannya gagal menyekolahkan atau menyuruh anak mencari nafkah untuk keluarga sehingga anak terpaksa putus sekolah.
Berdasarkan uraian diatas dampak dari kekerasan tersebut antara lain; 1) Kerusakan fisik atau luka fisik; 2) Anak akan menjadi individu yang kukrang percaya diri, pendendam dan agresif: 3) Memiliki perilaku menyimpang, seperti, menarik diri dari lingkungan, penyalahgunaan obat dan alkohol, sampai dengan kecenderungan bunuh diri; 4) Jika anak mengalami kekerasan seksual maka akan menimbulkan trauma mendalam pada anak, takut menikah, merasa rendah diri, dll; 5) Pendidikan anak yang terabaikan. [2]

contoh kasus :


Siswa SMAN 6 mengejar salah seorang wartawan Harian Kontan, Fransiskus Simbolon (kanan) saat terjadi bentrok antara wartawan dengan siswa SMAN 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2011).
Kejadian ini bermula saat sejumlah wartawan dari media cetak maupun elektronik melakukan aksi demonstrasi berkaitan dengan kasus perampasan kamera video salah satu wartawan Trans7. Namun situasi semakin memanas sehingga bentrokan tidak bisa dihindarkan.
Psikologi Universitas Bina Nusantara, Johannes Rumeser menilai, aksi pengeroyokan kepada para wartawan yang diduga kuat dilakukan oleh sejumlah siswa SMAN 6 Jakarta, Senin (19/9/2011) siang, sesuatu yang memprihatinkan dan merupakan bukti hilangnya nilai kedisiplinan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, tindakan itu tidak bisa dibiarkan. Jika dilakukan pembiaran, maka dikhawatirkan akan semakin sering terjadi aksi-aksi serupa. "Itu berarti ada sesuatu yang tidak beres. Apalagi semakin hari kedisiplinan masyarakat sudah semakin parah dan semakin hilang," kata Johannes, saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/9/2011) malam.
Psikolog yang akrab disapa Jo ini menambahkan, secara umum, banyak masyarakat yang semakin tidak mematuhi aturan. Dan aksi-aksi kekerasan pun terjadi di sejumlah daerah. Dalam konteks kekerasan yang dilakukan para pelajar, ia menekankan, tindak kekerasan yang dilakukan secara massal hanya bisa diselesaikan jika ada sosok pemimpin yang berkarakter dan bisa dijadikan contoh oleh para siswa.
"Kejadian seperti ini hanya bisa diatasi jika pemimpinnya kuat dalam melaksanakan hukum. Itu harus ada dan lebih baik, karena jika berlarut-larut saya khawatir nilai-nilai dalam masyarakat
bisa hancur," kata Jo. [2]
Solusi untuk Mengatasi Kekerasan
Kekerasan itu tidak muncul seketika. Bisa karena adanya perasaan tidak puas yang sudah berlangsung cukup lama. Akumulasi tidak puas ini kemudian diekpresikan secara berlebihan. Kekerasan apapun alasannya tidak dapat dibenarkan.
Kekerasan di kalangan pelajar, antara lain dapat diatasi dengan cara :
a. sekolah atau Kampus melakukan suatu pembinaan khusus, seperti pendidikan berbasis karakter dan pendidikan akhlak. Hal tersebut dimaksudkan supaya mahasiswa memiliki akal dan budi pekerti yang santun, yang mana akan dengan sendirinya mengurangi tindakan-tindakan yang tidak baik dikalangan mahasiswa.
b. sekolah atau Kampus melakukan penanganan secara arif bijaksana terhadap peristiwa kekerasan yang terjadi dikampus, karena walau bagaimanapu, mahasiswa statusnya adalah anak-anak didik, peserta didik, masyarakat intelektual yang ingin maju dalam segala hal.
c. pelajar hendaknya belajar dengan baik, melakukan kegiatan yang positif. Intropeksi diri, untuk menjadi orang yang lebih baik. Karena mahasiswa adalah calon pemimpin, jangan sampai merugikan orang lain.
d. sekolah atau Kampus harus melakukan suatu otokritik terhadap kehidupan dan birokrasi yang ada didalam kampus. Kampus diharapkan memberikan ruang kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa tidak frustasi dalam mengekpresi dirinya dengan cara yang salah. [3]
kesimpulan :
untuk meminimalisirkan kekerasan di lingkungan pelajar guna mengeliminasi demoralisasi, pendidikan karakter sangat diperlukan untuk dikembangkan dan untuk kebaikan masyarakat dan bangsa di masa depan. Keberhasilan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama sekolah, keluarga dan masyarakat. Masyarakat dalam arti luas bisa meliputi komunitas dan masyarakat bangsa termasuk pejabat negara.
Tujuan pendidikan adalah untuk menjadikan anak-anak bangsa menjadi seseorang yang beradab dan berbudi luhur. Lickona mengatakan: "Moral education is not a new idea. It is in fact, as old as education itself. Down through history, in countries all over the world, education has had two great goals: to help young people become smart and to help them become good". Artinya, pendidikan moral (karakter) bukanlah ide baru. Pendidikan karakter sesungguhnya sama tuanya dengan pendidikan itu sendiri. Merunut sejarah negara di berbagai belahan dunia, pendidikan memiliki 2 tujuan besar: membantu generasi muda menjadi cerdas dan membantu mereka menjadi baik.
dunia Pendidikan ini akan berhasil apabila patronase (orang tua, guru, tokoh masyarakat/pejabat negara) dapat menjalankan peran dengan baik. Sebaliknya bila patronase tidak dapat menjalankan peran dengan baik, dunia pendidikan ini akan sulit untuk mendekati tingkat keberhasilan. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan prasyarat untuk keberhasilan pendidikan tersebut. Oleh karena itu cara terbaik untuk mengimplementasikan pendidikan karakter menurut Berkowitz (1999) adalah melalui pendekatan menyeluruh yang mengaitkan karakter pembangunan ke dalam semua aspek kehidupan di sekolah.

referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekerasan [1]
detik.com [2]
http://ignasnoreng.blogspot.com/2010/05/tindak-kekerasan-dikalangan-mahasiswa.html [3]
http://litbang.patikab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=93:pendidikan-karakter-solusi-demoralisasi-pelajar&catid=105:pendidikan-karakter-solusi-demoralisasi-pelajar&Itemid=109 [4].
create by novindasari M.U / 20-September-2011