Logika sebagai landasan utama untuk menguasai filsafat dan ilmu pengetahuan serta sarana penghubung antara filsafat dan ilmu. Dari segi filsafat, dengan logika kita berarti memahami fungsi logis manusia.
Logika berasal dari kata logike, bahasa yunani, yang berhubungan dengan kata benda logos yang berarti pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dan pikiran.
Nama logika pertama kali muncul pada filsuf Cicero abad ke-1 sebelum masehi dalam arti seni berdebat.
Filsuf Alexander Aphrodisiasi sekitar permulaan abad ke-3 sesudah masehi adalah orang pertama yang mempergunakan kata logika dalam arti menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita.
Filsuf Aristoteles yang berjasa besar dalam penemuan logika. Aristoteles saat itu belum memakai nama logika, melainkan analitika dan dialektika. Definisi Analitika itu sendiri yaitu penyelidikan mengenai berbagai argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar, sedangkan dialektika yaitu penyelidikan mengenai argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari hipotesis.
BEBERAPA BAHASAN LOGIKA DARI PARA FILSUF DAN ILMUWAN
1. Hasbullah bakry
Logika adalah ilmu pengetahuan yang mengatur penelitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikirannya dapat mencapai kebenaran. Logika juga mempelajari aturan-aturan dan cara berpikir yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran dan logika mempelajari pekerjaan akal dipandang dari aspek benar atau salah. Berdasarkan pengertian tersebut logika tidak dapat dilepaskan dari aspek berpikir yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah kebenaran atau penyimpulan yang benar.
2. N. Drijakara
Logika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum susunan atau bentuk pikiran manusia yang menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran. Berdasarkan definisi ini, orang awam akan biasa mempunyai kepandaian logika sekedar sebagai hukum kodrati manusia sehingga apabila dihadapkan pada penalaran yang sulit, akan mengalami kesesatan dalam berfikir. Logika ini termasuk logika ilmiah, yang artinya sesuai dengan hukum-hukum berfikir ilmiah.
3. Fudyartanta
Logika adalah ilmu yang mempelajari secara mendalam tentang kebenaran berpikir. Dengan kata lain, logika adalah ilmu radikal tentang berfikir yang benar, supaya hasilnya benar. Dengan mempelajari logika sebagai ilmu filsafat berpikir, kita akan menemukan metode berpikir dengan berbagai rumusan dan bahan-bahan yang dipikirkan.
4. Nuril huda
Logika adalah ilmu yang mempelajari dan memutuskan kaidah-kaidah dan hukum-hukum sebagai pegangan untuk berfikir tepat dan praktis untuk mencapai kesimpulan yang tepat dan pemecahan persoalan yang bijaksana.
5. Ir. Poedjawijatna
Logika adalah filsafat budi (manusia) yang mempelajari teknik berfikir untuk mengetahui bagaimana manusia berfikir dengan semestinya.
Menurut orang Indonesia, logika dianggap membahas tentang persoalan berpikir, pemikiran atau pikiran.
Dalam banyak buku berbahasa inggris, logika sering dikatakan sebagai bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratur asas-asas dan aturan penalaran yang benar (correct reasoning). Pengetahuan ini diharapkan menjadi petunjuk agar orang dapat melakukan perbincangan dan penyimpulan yang sah, yaitu selaras dengan kaidah bekerjanya akal.
William Alston mendefinisikan logika sebagai “logic is the study of inference, more precisely the attempt to devise criteria for separating valid from invalid inferences” logika adalah pelajaran tentang penyimpilan, secara lebih cermat usaha untuk menetapkan ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan yang sah dan yang tidak sah.
Sheldon Lachman sad : “logic is the systematic discipline concerned with the organization and development of the formal rules, the normative procedures and the criteria of valid inference” logika adalah cabang ilmu sistematis mengenai penyusunan dan pengembangan dari aturan formal, prosedur normative, dan ukuran-ukuran bagi penyimpulan yang sah.
HUBUNGAN LOGIKA DENGAN PSIKOLOGI, BAHASA, DAN METAFISIKA.
1. Logika dan psikologi.
Psikologi memberikan keterangan mengenai sejarah perkembangan berpikir. Logika sebagai cabang filsafat bertujuan membimbing akal untuk berpikir (bagaimana seharusnya). Untuk bagaimana seharusnya, kita terlebih dahulu harus mengetahui tentang bagaimana manusia itu berpikir. Disinilah letak hubungan psikologi dengan logika.
2. Logika dengan bahasa.
Ilmu bahasa menyajikan kaidah penyusunan bahasa yang baik dan benar, dan logika menyajikan tata cara dan kaidah berpikir secara lurus dan benar. Oleh karena itu keduanya saling mengisi. Bahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari hanya dapat tercipta apabila ada kebiasaan atau kemampuan dasar setiap orang berpikir logis. Sebaliknya suatu kemampuan berpikir logis tanpa memiliki pengetahuan bahasa yang baik maka ia tidak akan dapat menyampaikan isi pikiran itu kepada orang lain.
3. Logika dengan metafisika
Teori dalam metafisika menyatakan kenyataan kebenaran atau hakikat realitas bukanlah apa yang tampak, tetapi apa yang berada di balik yang tampak. Dalil-dalil, hukum-hukum dalam logika bagi metafisika bukan apa yang telah dirumuskan yang menjadi hakikat kebenaran, tetapi apa yang ada di balik rumusan dalil dan hukum-hukumnya. Semakin erat hubungan metafisika dengan logika, kebenaran logis semakin dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, kebenaran logis mendekat hakikat realitas. Semakin mampu tertipu oleh kebenaran yang tampak.
KEGUNAAN DAN MANFAAT LOGIKA
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berfikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren;
2. Meningkatkan kemampuan berfikir secara abstrak, cermat dan objektif;
3. Menambahkan kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berfikir secara tajam dan mandiri;
4. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan.
Menurut sudut pandang ilmu, logika berarti penyelarasan berfikir, yang disesuaikan dengan kenyataan sehari-hari, sehingga kualitas pengetahuan selalu berada dalam pengujian terus-menerus dan bergerak secara empiris dan teoritis. Logika menyelaraskan kaidah objektif dengan situasi subjektif dan konkret.
Dari pernyataan-pernyataan diatas kita simpulkan beberapa definisi logika antara lain :
1. Ilmu yang memberikan aturan-aturan yang berpikir valid
2. Ilmu mengenai ketentuan-ketentuan yang di jadikan petunjuk oleh manusia dalam berpikir.
3. Ilmu tentang undang-undang berpikir.
4. Ilmu tentang menggerakan pikiran pada jalan yang lurus, dalam memperoleh suatu kebenaran.
5. Ilmu yang membahas tentang undang-undang yang umum tentang pikiran.
6. Ilmu sebagai alat yang merupakan undang-undang dan bila undang-undang itu dipelihara dan di perhatikan, maka hati nurani manusia dapat terhindar dari pemikiran yang salah.
7. Ilmu tentang hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran dari setiap kekeliruan.
8. Ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat.
9. Filsafat berpikir.
10. Teknik berfikir.
Referensi :
judul buku : Dasar-dasar logika
penulis : Drs. Surajiyo, Drs. Sugeng Astanto, M.Si, Dra. Sri Andiani
Penerbit : BUMI AKSARA


Ada beberapa kata yang salah ketik, diperbaiki. Tugas sudah dilaksanakan dengan baik.
BalasHapus